Tetapkan tujuan di awal
Jelaskan hasil akhir, pembaca, dan bahan yang digunakan. Bila pekerjaan memiliki beberapa tahap, tulis urutannya dan minta model menunggu konfirmasi sebelum lanjut. Tujuan yang terlihat membuat pengguna mudah mengenali ketika percakapan menyimpang. Jangan memasukkan instruksi berbeda dalam satu paragraf panjang bila masing-masing membutuhkan pemeriksaan. Pemisahan tahap juga mengurangi risiko kesalahan awal terbawa ke seluruh keluaran.
Perbarui asumsi yang berubah
Model mengikuti konteks percakapan, termasuk keputusan lama yang mungkin sudah dibatalkan. Ketika arah berubah, tulis koreksi secara eksplisit dan ulangi fakta utama. Jangan menganggap model selalu memprioritaskan pesan terbaru dengan benar. Untuk proyek panjang, buat ringkasan status yang memuat tujuan, keputusan, larangan, dan langkah berikutnya. Periksa ringkasan sebelum menjadikannya dasar sesi baru.
Pisahkan proyek dan topik
Gunakan percakapan terpisah untuk pekerjaan yang tidak berkaitan agar instruksi, nada, serta data tidak tercampur. Beri judul yang mudah dicari dan hapus atau arsipkan sesuai kebutuhan. Pemisahan bukan jaminan privasi; ia hanya membantu organisasi. Tetap minimalkan data dan baca kontrol layanan. Jangan memakai riwayat chat sebagai satu-satunya tempat menyimpan keputusan penting karena akses atau fitur dapat berubah.
Minta pertanyaan klarifikasi
Instruksikan model untuk bertanya bila tujuan, format, atau bahan kurang. Namun pengguna tetap perlu menilai apakah pertanyaannya relevan. Jawaban yang langsung muncul bukan selalu jawaban yang siap dipakai. Pada tahap akhir, minta daftar asumsi dan bagian yang belum terverifikasi. Daftar tersebut membantu pemeriksa menemukan titik lemah sebelum draf diteruskan kepada orang lain atau dipublikasikan.
Artikel terkait
- Memulai ChatGPT dengan aman untuk kebutuhan sehari-hari
- Memeriksa sumber dan kutipan yang diberikan ChatGPT
- Data yang sebaiknya tidak dimasukkan ke ChatGPT